10 Juta Penumpang Mudik Lebaran Menggunakan Angkutan Umum, Kemenhub Mengonfirmasi

Lebaran adalah momen yang selalu dinantikan oleh jutaan umat Muslim di Indonesia. Di balik tradisi mudik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya, terdapat tantangan logistik yang harus dikelola dengan baik. Tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa lebih dari 10 juta penumpang mudik Lebaran telah menggunakan angkutan umum, mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan transportasi umum untuk perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang Idul Fitri.
Statistik Penumpang Mudik Lebaran 2026
Berdasarkan laporan resmi dari Kemenhub, total penumpang yang melakukan mudik Lebaran 1447 Hijriah mencapai 10.003.583 orang. Data ini diambil dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu yang beroperasi dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 (20 Maret 2026). Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,23 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang pada tahun 2025, yang tercatat sebanyak 9.158.315 orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah penumpang ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum dalam perjalanan mudik. Hal ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap keselamatan transportasi umum, tetapi juga efektivitas dari upaya pemerintah dalam mengelola arus mudik.
Distribusi Moda Transportasi
Rincian lebih lanjut mengenai distribusi penumpang mudik menunjukkan bahwa moda perkeretaapian mendominasi dengan jumlah penumpang mencapai 2.981.945 orang, meningkat 13,22 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 2.633.878 orang. Sementara itu, moda transportasi udara mencatat 2.190.282 penumpang, meningkat 3,05 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 2.125.523 orang.
Berikut adalah rincian pergerakan penumpang berdasarkan moda transportasi:
- Perkeretaapian: 2.981.945 orang (naik 13,22 persen)
- Angkutan udara: 2.190.282 orang (naik 3,05 persen)
- Penyeberangan: 2.482.303 orang (naik 14,78 persen)
- Angkutan darat: 1.587.060 orang (naik 9,18 persen)
- Angkutan laut: 761.993 orang
Arus Kendaraan di Simpul Transportasi
Selain pergerakan penumpang, Kemenhub juga memantau arus kendaraan di beberapa titik transportasi penting. Pada H-1 Lebaran, tercatat 117.016 kendaraan keluar dari gerbang Tol Jakarta, sementara kendaraan yang masuk sebanyak 66.210 unit. Total pergerakan kendaraan di gerbang Tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit, dan di gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 236.758 unit.
Di ruas arteri, arus keluar kendaraan dari Jabodetabek mencapai 474.454 unit, sedangkan kendaraan yang masuk tercatat sebanyak 360.479 unit. Pergerakan di ruas arteri Non-Jabodetabek mencapai 491.901 unit. Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, yang tentu memerlukan pengaturan dan pengawasan ketat dari pihak berwenang.
Pengelolaan Angkutan Lebaran
Kegiatan angkutan Lebaran 2026 disusun berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026, yang menekankan pada pentingnya koordinasi dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran secara terpadu. Pengelolaan operasional selama periode mudik ini terus dipantau untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang di seluruh moda transportasi.
Berdasarkan data harian, pada H-1 (20 Maret 2026), jumlah keberangkatan penumpang angkutan umum mencapai 915.635 orang. Rincian pergerakan penumpang pada hari tersebut adalah sebagai berikut:
- Perkeretaapian: 302.823 orang (178.006 penumpang antarkota dan 124.817 penumpang perkotaan regional)
- Angkutan udara: 207.261 orang (161.598 penumpang domestik dan 45.663 penumpang internasional)
- Angkutan laut: 54.693 orang
- Penyeberangan: 189.804 orang
- Angkutan darat: 161.054 orang (145.340 penumpang bus dan 15.714 penumpang travel)
Ketepatan Waktu Transportasi Umum
Kemenhub juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum pada H-1, yang menunjukkan hasil positif. Berikut adalah persentase ketepatan waktu untuk masing-masing moda transportasi:
- Perkeretaapian antarkota: 98,20 persen
- Perkeretaapian regional: 98,90 persen
- Angkutan udara domestik: 85,79 persen
- Angkutan udara internasional: 70,24 persen
- Angkutan laut: 95,70 persen
- Penyeberangan: 63,19 persen
- Angkutan darat: 72,49 persen
Komitmen Kemenhub dalam Menjaga Keamanan dan Kenyamanan
Kementerian Perhubungan terus berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan lancar dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif di setiap simpul transportasi yang ada.
Ernita Titis Dewi juga mengingatkan masyarakat agar mulai mempersiapkan diri untuk arus balik yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 (H+3). Persiapan yang baik akan membantu kelancaran perjalanan dan menghindari kemacetan yang mungkin terjadi.

