Duta Besar Swiss Apresiasi Nestlé Indonesia sebagai Kontributor Perekonomian Inklusif di Tanah Air

Dalam era di mana kolaborasi dan keberlanjutan semakin menjadi fokus utama, Nestlé Indonesia menonjol sebagai contoh nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pada tanggal 11 Juni 2026, Duta Besar Swiss, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, melakukan kunjungan di Pabrik Kejayan yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan juga kesempatan untuk menggali lebih dalam bagaimana Nestlé Indonesia berkontribusi pada sektor susu nasional dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kunjungan Duta Besar Swiss
Kunjungan H.E. Olivier Zehnder diiringi oleh perwakilan dari International Labour Organization (ILO) dan Swisscontact. Mereka disambut hangat oleh jajaran manajemen Nestlé Indonesia, termasuk Direktur Technical, Antonio Prochilo, serta Direktur Sumber Daya Manusia, Fahrul Irvanto, dan Factory Manager Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari. Dalam pertemuan ini, berbagai aspek dari operasional dan kontribusi Nestlé Indonesia terhadap perekonomian lokal dibahas secara mendalam.
Peran Nestlé Indonesia dalam Sektor Susu
Kunjungan ini memiliki tujuan yang jelas: untuk mengeksplorasi peran Nestlé Indonesia dalam memajukan sektor susu nasional. Melalui kemitraan yang erat dengan koperasi dan peternak sapi perah, Nestlé Indonesia berkomitmen untuk menyediakan susu segar serta berbagai inisiatif keberlanjutan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pasokan susu di tanah air.
Sejak tahun 1975, Nestlé Indonesia telah membangun ekosistem pengelolaan susu yang terintegrasi. Pendekatan ini meliputi pendampingan dan pelatihan kepada para peternak, serta pengawasan di seluruh proses produksi di pabrik. Kunjungan ini juga membuka ruang bagi dialog yang konstruktif untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Agenda Duta Besar dan Dialog dengan Pemangku Kepentingan
Agenda kunjungan Duta Besar Swiss ini mencakup kunjungan ke peternak sapi perah dan koperasi, diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta peninjauan fasilitas operasional di Pabrik Kejayan. Dalam kesempatan tersebut, Olivier Zehnder mengekspresikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya Nestlé Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Selama beberapa hari terakhir, kami berkesempatan untuk bertemu dengan peternak, koperasi, institusi pemerintah, serta para mitra. Satu hal yang jelas adalah bahwa penguatan sektor susu yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Olivier. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mencapai keberlanjutan dan produktivitas yang lebih baik di sektor susu.
Kontribusi Nestlé Indonesia terhadap Pembangunan Ekonomi
Olivier Zehnder menekankan bahwa Nestlé Indonesia telah menjadi mitra penting dalam meningkatkan produktivitas dan standar kualitas di sektor susu. “Kami menghargai kontribusi nyata Nestlé Indonesia dalam pembangunan Indonesia. Mereka tidak hanya memberikan nilai tambah bagi bisnis, tetapi juga bagi komunitas di Jawa Timur dan perekonomian secara nasional,” tambahnya.
Antonio Prochilo, sebagai Direktur Technical Nestlé Indonesia, menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat bersama di setiap lokasi operasinya. Ia menyampaikan bahwa kemitraan yang telah dibangun dengan peternak dan koperasi merupakan bagian integral dari upaya Nestlé Indonesia untuk mendukung penguatan sektor susu nasional.
Komitmen Berkelanjutan Nestlé Indonesia
“Di Nestlé Indonesia, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat, terutama melalui kemitraan dengan peternak sapi perah dan koperasi,” ungkap Antonio. Melalui kolaborasi ini, Nestlé Indonesia berupaya memperkuat rantai pasokan susu yang berkelanjutan agar lebih tangguh dan inklusif, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Langkah-langkah konkret yang diambil oleh Nestlé Indonesia mencakup:
- Pendampingan teknis bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas.
- Program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan manajemen koperasi.
- Inisiatif keberlanjutan untuk menjaga kualitas dan pasokan susu.
- Investasi dalam teknologi untuk memodernisasi proses produksi.
- Pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
Profil Nestlé Indonesia
Didirikan pada tahun 1971, Nestlé Indonesia telah berkembang pesat dan kini mempekerjakan sekitar 3.100 karyawan. Perusahaan ini memiliki empat pabrik yang tersebar di Indonesia, memproduksi berbagai produk susu, makanan, dan minuman dengan merek-merek terkenal seperti Bear Brand, Dancow, Milo, Nescafe, Lactogrow, Cerelac, dan lain-lain. Dengan komitmen terhadap keberlanjutan dan kolaborasi, Nestlé Indonesia terus berupaya untuk menjadi kontributor utama dalam pembangunan ekonomi inklusif di tanah air.
Melalui pendekatan yang berfokus pada kemitraan dan keberlanjutan, Nestlé Indonesia tidak hanya beradaptasi dengan tuntutan pasar, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan komunitas dan pengembangan sektor susu nasional. Dengan demikian, perusahaan ini menjadi teladan dalam menciptakan sinergi antara bisnis dan masyarakat.




